Ketergantungan (Dependency)
Suatu nilai
rincian data dalam relasi tertentu dapat memiliki ketergantungan terhadap nilai
rincian data yang lain salama ketergantungannya tidak secara logik. Hal ini
merupakan salah satu penyimpangan yang terjadi dalam modifikasi.
Keteregantungan data ini bisa dilakukan dengan dekomposisi/pecahan data kedalam
bentuk yang efesien. Menurut Martin ketergantungan data terdiri atas :
1. Ketergantungan fungsional (fungcionally
dependency)
Terjadi jika nilai rinci data pada suatu
atribut menentukan nilai rinci pada atribut lain.
Contoh :
Notasi A->B dimana A (atribut penentu) dan B (dependent)
suatu relasi.
Tabel 1.a Relasi Perjalanan
No_Anggota
|
Nama_Anggota
|
Alamat_Lokasi
|
Tujuan
|
Biaya
|
Tanggal
|
1035
|
Marita
|
Gg.Jeruk
|
Bali
|
750.000
|
1-1-2012
|
1036
|
Sukimin
|
Gg.Mangga
|
Jakarta
|
500.000
|
8-1-2012
|
1037
|
Fikiriyanto
|
Gg.Pisang
|
Bandung
|
450.000
|
15-1-2012
|
1038
|
Anggita
|
Gg.Pete
|
Surabaya
|
500.000
|
22-1-2012
|
Dalam relasi Perjalanan FD dapat dituliskan
sebagai berikut.
FD:R.A -> R.B
FD: (Perjalanan.No_Anggota,
Perjalanan.Tujuan, Perjalanan.Tanggal ->
Perjalanan.Nama_Anggota, Perjalanan.Alamat_Lokasi, Perjalanan.Biaya)
Keterangan: Nama_Anggota dan Alamat_Anggota
bergantung pada No_Anggota dan Biaya bergantung Tujuan dan Tanggal.